Ulah para pelaku pelecehan seksual memang menjengkelkan
dan menjijikkan. Meski begitu singkirkan dulu rasa takut dan malu.
Sudah saatnya kita melawan.
Menurut instruktur Woman Self Defense of Kushin Ryu, Sofyan Hambally,
kita bisa melawan para pelaku dengan tangan kosong. Apa saja yang
bisa kita lakukan?
TATAP MATANYA
Berani bereaksi tak berarti harus tindakan fisik. Tatap mata si
pelaku sambil memperingatkan, misalnya "jangan macam-macam
ya bung," kemudian cari tempat lain atau menghindarinya.
"Yang penting adalah kita berani bereaksi, meski sekadar
tatapan mata. Ini untuk menjatuhkan mental pelaku," papar
Sofyan.
MANFAATKAN ANGGOTA TUBUH
Menjadi korban pelecehan seksual di kendaraan umum yang padat
memang membuat kita berada dalam posisi tertekan karena ruang
gerak yang sempit. Tapi ada beberapa hal yang bisa kita lakukan,
misalnya:
- Dalam posisi berdiri membelakangi pelaku, sikut ulu hati si
pelaku sekuat mungkin.
- Injak kaki si pelaku (lebih menguntungkan jika Anda memakai
sepatu hak tinggi).
- Sundulan kepala tak hanya berguna dalam dunia sepak bola. Lakukan
gerakan tersebut dan arahkan ke bagian bawah rahang pelaku.
- Ambil ancang-ancang dengan memajukkan satu kaki lalu kibaskan
tangan atau hentakkan pinggul sekeras mungkin ke bagian intim
pelaku.
GUNAKAN ALAT
Gunakan alat-alat yang biasa kita bawa untuk menjadi senjata,
misalnya peniti, jepit rambut, atau pulpen.
Dengan berani melakukan perlawanan kita tak hanya memberikan
efek jera untuk para lelaki "gila" dan eksebisionis,
tapi juga untuk menunjukkan harga diri kita tak bisa dilecehkan.
AN/ http://www.kompas.com/